Profil Pondok Pesantren Induk Mamba’ul Ulum

PROFIL PONDOK PESANTREN INDUK

MAMBA’UL ULUM

  1. Latar Belakang

Sejarah kehidupan yang dibangun manusia telah menghasilkan peradaban, kebudayaan dan tradisi sebagai wujud karya dan karsa dalam memenuhi kebutuhan dan tuntutan hidup yang dihadapi. Seiring dengan waktu kemajuan peradaban dan kebudayaan dewasa ini telah memberikan akibat langsung pada perubahan sosial dan dinamika masyarakat. Dan disadari atau tidak intensitas dinamika sosial tersebut telah melahirkan aneka ragam persoalan dan permasalahan yang membutuhkan jawaban serta penanganan segera, tak terkecuali problem yang bersentuhan langsung dengan dunia pendidikan.

Diakui maupun tidak alur pendidikan dewasa ini sudah dalam tahap mengkhawatirkan. Lahirnya teori pemisahan antara ilmu umum dengan ilmu agama dinilai justru menjerumuskan anak didik pada pemahaman dan pemilahan ilmu. Sehingga bila sebuah pilihan telah dipilih maka ia justru akan mengorbankan pada pilihan yang lain yang pada akhirnya menghantarkan generasi ke depan menjauh dari ajaran-ajaran agama yang sebenarnya sudah ia anut sejak lahir.

Di sinilah tantangan kaum pendidik untuk melakukan langkah terobosan-terobosan demi terciptanya generasi muda yang memiliki mentalitas seimbang antara kecerdasan intlektual dan kecerdasan mental spiritual

Dalam rangka menciptakan keseimbangan itulah Pondok Pesantren Induk Mamba’ul Ulum membentuk Madrasah Diniyah Terpadu. Pilihan semi klasikal  & Semi Modern ini dimaksudkan tidak hanya untuk mempertahankan sistem pendidikan hasil ijtihad para ulama yang telah terbukti sukses melahirkan jutaan kader potensial tetapi juga untuk mengembangkan dan menyempurnakan khazanah keilmuan kontemporer sesuai dengan tuntutan zaman.

 

  1. Profil Madrasah Diniyah Terpadu Mamba’ul Ulum

Desa awang-awang adalah sebuah desa yang mempunyai nilai strategis dari segi social,budaya dan pendidikan.  Diantara beberapa aspek strtegis yang dimiliki desa awang awang adalah :

  1. Terletak di daerah yang cukup dekat dengan wilayah kecamatan Mojosari
  2. berada dalam jarak yang tak terlalu jauh dari daerah wisata Pacet Mojokerto
  3. Memiliki Luas wilayah kurang lebih 41 KM persegi
  4. Memiliki jumlah penduduk kurang lebih 4710 jiwa dengan tingkat kemajemukan yang tinggi baik dari segi mata pencaharian maupun dari segi kemampuan SDM
  5. Berada dalam ketinggingan rata-rata 36 M diatas permukaan laut
  6. Dikelilingi oleh beberapa pegunungan disisi selatannya seperti Gunung Anjasmoro,Gunung Penanggungan dan Gunung Welirang.

 

 

Keadaan geografis yang cukup berpotensi ini semakin lengkap dengan udara khas pegunungan yang sejuk yang menjadi nilai lebih bagi keberadaan sebuah lembaga pendidikan semisal pondok pesantren.

Keadaan Desa Awang-awang yang majemuk dengan didukung oleh suasana desa  lereng pegunungan yang masih asri dan berbagai peluang  positif  sangat membutuhkan hadirnya elemen masyarakat yang memiliki kemampuan sumber daya manusia yang berkualitas,baik berkualitas Iman dan taqwanya maupun berkualitas Ipteknya. Berangkat dari luhurnya cita-cita Romo [Alm] KH. Moh.  Manshur Hamid untuk menciptakan sebuah Generasi Unggulan bagi desa awang-awang pada khususnya dan bagi Negara Indonesia

 

 

pada umumnya, dan juga dengan besarnya animo dan sambutan masyarakat akan

hadirnya sebuah lembaga pendidikan Islam yang mumpuni dalam hal kualitas maupun kualitasnya,  inilah yang akhirnya menggugah semangat perjuangan  Seorang Alim muda  yang kemudian dikenal dengan nama KH. Moh. Manshur Hamid  untuk merintis pendirian sebuah tempat pendidikan Islam  dibawah naungan Yayasan Mamba’ul ulum. yang memiliki nilai jual tinggi, dengan kualitas lulusan yang siap pakai didalam masyarakat

Dengan mengedepankan profesionalisme sebagai seorang Ulama Al-Amilin yang memiliki kemampuan mumpuni dan social sense kepada beberapa elemen masyarakat menengah kebawah serta kemampuan untuk mengikat interest elemen masyarakat menengah keatas, Yayasan Mamba’ul Ulum dibawah kepemimpinan Beliau, telah berdiri kokoh sebagai salah satu kawah candradimuka bagi generasi muda kaum muslimin pada khussusnya dan generasi muda Indonesia pada umumnya.

 

  1. Potret Yayasan Mambaul Ulum Pada Periode Pertama

 

Beberapa tahun kemudian Yayasan Mambaul Ulum semakin memantapkan kiprah syiarnya didalam masyakarat dengan berhasil dididirikannya beberapa Unit Pendidikan sbb :

  1. Roudhotul Athfal Mamba’ul Ulum
  2. MI Mamba’ul Ulum
  3. MTs Mamba’ul Ulum
  4. Madrasah Aliyah Mamba’ul Ulum
  5. Madrasah Tahfidzul Qur’an
  6. Madrasah Salafiyah

 

 

 

Untuk memperkuat keberadaan Yayasan Mamba’ul Ulum dari segi ekonomi Romo [Alm] KH.Moh.  Manshur Hamid mendirikan sebuah koperasi yang kemudian dikenal dengan nama Koperasi Pondok Pesantren Mamba’ul Ulum yang menitik beratkan pada wilayah perdagangan yang halal, toyyiban dan barokah.

Kesuksesan demi kesuksesan telah mengantarkan Yayasan Mamba’ul Ulum sebagai salah satu elemen pendidikan yang disegani baik ditingkat local maupun ditingkat nasional, yang dibuktikan dengan adanya kunjungan tamu-tamu kehormatan dari para tokoh masyarakat sampai tamu kehormatan tokoh-tokoh nasional dan pemerintahan pusat. Dan perkuat dengan bukti peran aktif para alumni ditengah-tengah kancah syiar Islam didalam masyarakat Indonesia.

Perjuangan yang tak kenal henti ini,tetap berjalan sebagaimana mestinya walaupun pada akhirnya Romo [Alm] KH.Moh.Manshur Hamid, sang pelopor dan pendiri Yayasan Mambaul Ulum wafat dan meninggalkan kita semua pada Kamis Pon 11 Mei 2010.

  1. Potret Yayasan Mamba’ul ulum pada periode kedua

 

Pasca Wafatnya Romo [Alm] KH.Moh.  Manshur Hamid,  berdasarkan kesepakatan majelis keluarga Ndalem Yayasan Mamba’ul Ulum, Amanah kepemimpinan Yayasan Mamba’ul Ulum dipercayakan kepada putra tertua beliau yaitu Romo Drs.KH.Abdul Rosyid Manshur yang berlangsung sampai sekarang.

Didalam masa kepemimpinan beliau, Yayasan Mamba’ul Ulum, Atas berkat rahmat Alloh swt, dan dengan peran aktif  tiap komponen yang ada didalam Yayasan Mamba’ul Ulum, seiring dengan berjalannya sang waktu, telah berhasil dibangun dan didirikan beberapa unit pendidikan yang baru dan pengembangan sarana dan prasarana pendidikan yang dibutuhkan oleh tiap santri.

Diantara beberapa  unit pendidikan dan pengembangan yang berhasil diwujudkan adalah Sebagai Berikut :

  1. Perbaikan dan Penyempurnaan Fasilitas Masjid Mamba’ul Ulum
  2. Perombakan dan Penyempurnaan Aula Yayasan Mamba’ul Ulum
  3. Pembangunan Kamar Santri Baru dan Kamar Mandi beserta Layanan Laundry 24 Jam.
  4. Melengkapi Sarana dan Prasarana yang dibutuhkan untuk Pelatihan Kreatifitas Santri.
  5. Pendirian Kantin dan Koperasi Pelajar Mamba’ul Ulum
  6. Penambahan Laboratorium Bahasa, IPS, dan Multimedia
  7. Pendirian Pondok Anak Sholeh [P.A.S. MAMBA’UL ULUM]
  8. Pendirian Madrasah Diniyah Terpadu Mamba’ul ulum.
  9. TK/PAUD Mamba’ul Ulum
  10. Pendirian SMP IT Mamba’ul Ulum